Penyebab Anak Susah Makan Bisa Karena Beberapa Hal Ini

Setiap anak selalu memiliki ciri khasnya masing-masing. Setiap anak terlahir unik. Oleh sebab itu, para orang tua tidak bisa menyamaratakan anak satu dengan yang lainnya. Misalnya saja memiliki 2 anak yang terpaut tidak jauh usianya, tentu antara anak pertama dan kedua memiliki perbedaan.

Salah satunya dalam soal pola makan. Anak-anak cenderung menjadi pemilih soal makanan ketika menginjak usia tumbuh kembangnya. Anak yang mau mengkonsumsi beberapa makanan dari berbagai kelompok jenis makanan disebut juga dengan picky eater.

Perilaku anak picky eater tersebut seringkali menimbulkan keresahan dikalangan kaum Ibu. Kurangnya peran orang tua dalam mengenalkan berbagai macam makanan pada anak menjadi alasan tersendiri.

Namun juga bisa karena banyak faktor lainnya. Anak dikatakan picky eater ketika sudah disediakan berbagai macam jenis asupan makanan dari karbohidrat, sayur, protein dan buah hanya mereka pilih beberapa saja.

Sebetulnya picky eater yang sering terjadi pada anak ini sudah menjadi hal yang wajar. Sebab anak-anak pada proses tumbuh kembang akan mengalami fase tersebut. Bisa dikarenakan tekstur dan rasa pada makanan yang kemudian membuat anak tidak menyukai makanan itu.

Ketika anak tidak mau makan makanan yang Bunda sajikan, jangan memaksakan anak untuk memakannya. Mengenalkan makanan dengan cara lain yang lebih baik merupakan solusi yang tepat.

Penyebab anak menjadi picky eater juga perlu orang tua ketahui terlebih dahulu. Beberapa hal bisa menjadi penyebab picky eater pada anak. Misalnya saja terdapat masalah pada area oral anak, seperti pada motoric dan sensoric oralnya.

Ketidakstabilan pada motoric sensoric area oral anak inilah yang menciptakan perilaku picky eater pada anak. Menghadapi anak-anak seperti ini membutuhkan pendekatan yang baik. Karena masa tumbuh kembang anak tetap menjadi tanggung jawab orang tua dalam mendampinginya.

Tentu tidak mudah, namun pastikan anak mendapatkan pelayanan terbaik anda demi masa depan anak yang lebih baik. Tetap dampingi anak dengan penuh cinta kasih ya, Bunda.